Suara Hati Penambang Timah di Beltim, IPR Tak Jelas, Menambang Was- Was Takut Ditangkap

- 21 Mei 2024, 18:00 WIB
Tokoh penambang Belitung Timur, Rudi Ariyadi atau kerap disapa Rudi Mudong.
Tokoh penambang Belitung Timur, Rudi Ariyadi atau kerap disapa Rudi Mudong. /

Betare Belitong - Kondisi aktivitas pertambangan biji timah di Kabupaten Belitung Timur dalam beberapa bulan terakhir tidak sedang baik-baik saja.

Dampak pengusutan kasus tata niaga timah oleh Kejaksaan Agung Republik Indonesia beberapa waktu lalu menimbulkan dampak serius bagi perekonomian Belitung Timur.

Kondisi ini membuat perekonomian masyarakat Belitung Timur melemah. Banyak masyarakat penambang tidak bisa menjalankan kegiatan penambangan. Otomatis perputaran ekonomi menjadi lesu.

Di sisi lain, masyarakat juga khawatir menjalankan aktivitas tambang. Hal ini lantaran takut ditangkap oleh aparat penegak hukum, padahal menambang timah tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari

Tokoh penambang Rudi Ariyadi berharap agar pemerintah daerah dapat mengurus tuntas Wilayah Penambangan Rakyat (WPR) dan Izin Penambangan Rakyat (IPR).

"Karena kalau tidak ada IPR maka masyarakat selamanya akan was-was saat menambang," ucap Rudi Mudong sapaan akrab Rudi Ariyadi, Selasa 21 Maret 2024.

Menurut Rudi Ariyadi, persoalan pengurusan IPR sampai saat ini belum ada kejelasan sejak digelarnya audiensi di DPR RI beberapa waktu lalu.

"Sejak saat itulah sampai sekarang masyarakat penambang Belitung Timur terus menanti kejelasan IPR. Kondisi ini berdampak para penambang tidak bisa menambang," imbuhnya.

Ia pun menilai audiensi yang dilakukan dengan Bupati Belitung Timur dan jajaran Forkopimda Belitung Timur masih belum ada kejelasan alias mengambang.

Halaman:

Editor: Angga


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah