Kisah Nissan Kicks, SUV Hybrid Canggih Yang Kurang Diminati Di Indonesia

- 20 Mei 2024, 16:00 WIB
Nissan Kicks
Nissan Kicks /

Betare Belitong – Nissan Kicks adalah salah satu mobil hybrid yang sebenarnya sangat menarik untuk pasar Indonesia.

Mobil ini menawarkan berbagai keunggulan seperti efisiensi bahan bakar yang tinggi, performa yang mumpuni, serta fitur-fitur canggih yang melimpah. Namun, kenyataannya, Nissan Kicks justru menjadi salah satu mobil yang paling kurang diminati di Indonesia. Mengapa bisa demikian?

Pertama-tama, mari kita lihat lebih dekat apa yang ditawarkan oleh Nissan Kicks. Mobil ini memiliki performa yang kencang dan irit berkat mesin berkapasitas 1.200 cc yang dibantu oleh  motor listrik dan baterai 2 kWh. Selain itu, dari segi fitur, Mobil tersebut tidak kalah dengan kompetitornya. Mobil ini dilengkapi dengan fitur keselamatan ADAS yang lengkap, half TFT Speedometer, lampu depan LED, keyless entry, serta AC dual zone.

Semua ini menjadikan Mobil tersebut sebagai SUV compact yang sangat layak dipertimbangkan. Namun, ada beberapa faktor yang menyebabkan mobil ini kurang dilirik oleh konsumen Indonesia. Salah satu faktor utamanya adalah kesalahan dalam strategi pemasaran. Nissan mempromosikan Kicks dengan tagline “mobil listrik tanpa ngecas,” yang sebenarnya membingungkan konsumen karena Kicks adalah mobil hybrid, bukan mobil listrik murni.

Selain itu, popularitas dan pamor Mobil tersebut masih kalah dibandingkan dengan para pesaingnya. Di pasar Indonesia, konsumen lebih familiar dan percaya dengan merek lain yang sudah lebih dulu terkenal di segmen SUV hybrid. Hal ini tentu saja mempengaruhi minat konsumen untuk membeli Nissan Kicks.

Jumlah dealer Nissan yang semakin menipis juga menjadi alasan lain mengapa Kicks kurang diminati. Meskipun dari segi fitur dan teknologi, Mobil tersebut sudah sangat mumpuni, ketersediaan dealer dan layanan purna jual yang terbatas membuat konsumen ragu untuk memilih mobil ini.

Padahal, dari segi harga, Mobil tersebut sebenarnya cukup kompetitif. Dengan adanya diskon, harga Nissan Kicks bisa berada di angka Rp460 jutaan, yang tidak terlalu mahal untuk sebuah SUV hybrid dengan fitur-fitur canggih.

Sebagai perbandingan, nasib Nissan Leaf, saudara full electric dari Nissan Kicks, bahkan lebih buruk lagi di Indonesia. Nissan Leaf dianggap tidak laku sama sekali, menunjukkan bahwa strategi elektrifikasi Nissan di Indonesia memang menghadapi tantangan besar.

Secara keseluruhan, meskipun Mobil tersebut menawarkan kualitas yang baik dan fitur yang lengkap, berbagai faktor seperti kesalahan pemasaran, kalah pamor dengan kompetitor, dan terbatasnya jaringan dealer membuat mobil ini kurang diminati di pasar Indonesia. Nissan perlu mengevaluasi kembali strategi mereka agar dapat bersaing lebih baik di segmen mobil hybrid dan listrik di Indonesia.***

Editor: Angga


Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah