Pemadanan NIK-NPWP: Batas Waktu Dekat, DJP Berikan Panduan

- 20 Mei 2024, 20:57 WIB
Pastikan NIK Anda Terpadankan dengan NPWP untuk Akses Layanan Perpajakan yang Lancar.
Pastikan NIK Anda Terpadankan dengan NPWP untuk Akses Layanan Perpajakan yang Lancar. /

Betare Belitong - Tenggat pemadanan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) semakin mendekat, dan bagi wajib pajak yang belum memadankan kedua nomor ini, akses layanan perpajakan bisa terhambat.

Hal ini sesuai dengan amanah Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2021, yang mengatur aturan turunannya dalam Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2021 dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 112/PMK.03/2022.

Menurut data Direktorat Jenderal Pajak (DJP) hingga akhir Maret 2024, sekitar 91,7% NIK telah dipadankan dengan NPWP. Namun, masih terdapat sekitar 12,3 juta wajib pajak yang belum melakukan proses validasi.

Persentase pemadanan ini setara dengan 67.469.000 NIK dari total target yang harus dipadankan, yakni sebanyak 73.575.966 wajib pajak orang pribadi di dalam negeri. Implementasi NIK sebagai NPWP akan berlaku secara penuh mulai Juli 2024.

Suryo Utomo, Direktur Jenderal Pajak, menjelaskan bahwa pemadanan NIK-NPWP akan digunakan sebagai nomor untuk bertransaksi dengan DJP dalam core tax administration system. Untuk itu, DJP terus berkerja sama dengan Dukcapil untuk memastikan bahwa semua NIK tervalidasi sebagai NPWP.

Bagi masyarakat yang ingin memeriksa apakah NIK mereka sudah tervalidasi sebagai NPWP, DJP menyediakan langkah-langkah pengecekan secara online. Proses ini dapat dilakukan dengan mengakses laman resmi DJP dan melakukan login menggunakan NIK atau nomor yang tertera di KTP.

Jika berhasil login, berarti NIK sudah tervalidasi sebagai NPWP. Namun, jika tidak berhasil, maka NIK belum tervalidasi, dan perlu dilakukan login ulang menggunakan NPWP. Setelah login berhasil, dapat dilakukan validasi pada menu profil.

Bagi yang ingin mengintegrasikan NIK dengan NPWP, langkah-langkah validasi juga telah disediakan oleh DJP. Proses ini mencakup masukkan NIK sesuai KTP, cek validitas NIK, dan ubah profil.

Setelah itu, logout dari menu profil untuk menguji keberhasilan langkah validasi, lalu login kembali menggunakan NIK 16 digit. Jika proses ini berhasil, berarti validasi sudah selesai dilaksanakan.

Halaman:

Editor: Angga

Sumber: Media Indonesia


Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah